Senin, 04 November 2013

KERSEN OBAT DIABETES


MUNGKIN ADA YANG PUNYA PENYAKIT DIABETES, TAPI TIDAK MAMPU BELI POLOKYO, MUNGKIN ALTERNATIF INI BISA DICOBA, YAITU DAUN KERSEN,.. SILAKAN DICOBA

Sekedar bagi pengalaman..

Ibuku menderita diabetes atau kelebihan gula dalam darahnya sehingga apabila tubuh luka maka akan SUSAH UNTUK PULIH.
Karena ibuku juga stroke dan hampir seluruh tubuh susah digerakkan sehingga sepanjang hari hanya tidur/berbaring saja.

Sudah sejak satu tahun yg lalu pinggul ibuku terluka (mungkin kebanyakan terlentang) luka itu membuat lobang di pinggul sehingga mengeluarkan darah dan akhirnya bernanah dan busuk. Luka itu mulai melebar dan membuat lobang sana sini hingga luka itu kelihatan sangat parah..dan menimbulkan bau busuk (tidak usah sy tampilkan fotonya krn menjijikkan ).

Sepulang dr malaysia sy berusaha konsultasi dgn dokter tentang luka tersebut , dan dokter berkata apabila bagian tubuh sdh mulai membusuk harus di potong supaya tdk melebar kemana mana .sy sdh coba berbagai cara tp luka itu tdk kunjung sembuh
Lalu ada seorang teman yg menyarankan untuk minum rebusan daun talok/kersen/seri, dan saya putuskan untuk mencoba.

Awal minum daun itu ibuku demam dan luka mengeluarkan nanah banyakkkkkk hingga harus saya ganti perban beberapa kali, setelah dua hari minum.. luka itu tidak mengeluarkan nanah lagi dan mulai keluar darah merah dan hari berikutnya seperti ada daging yang tumbuh menutupi luka .

Luka itu mulai membaik dan tidak mengeluarkan darah atau nanah lagi, dalam waktu sebulan ..luka mulai kering. Dan luka kecil mulai tertutup, luka besar mulai menciut.

Sampe saat ini masih saya minum kan ..tapi daunnya tidak saya rebus tapi saya keringkan dan saya seduh seperti bikin teh hijau. Satu gelas diminum dua kali sehari.

Silakan kunjungi blog kami http://sinshebijipolokyo.blogspot.com/2013/01/testimonikesaksian.html

Jumat, 18 Oktober 2013

Cara Shutdown Komputer Otomatis

Jika anda yang bekerja sehari-hari dan berurusan dengan komputer, ataupun yang memiliki hobi dibidang komputer ada saat nya anda harus membiarkan PC, Computer, atau Laptop anda menyala hingga pekerjaan anda selesai. Salah satu contoh nya anda harus meng-upload hasil pekerjaan anda ke internet, atau sebalik nya anda harus mendownload file yang memakan waktu yang cukup lama.
Tips Cara Shutdown atau Mematikan PC Laptop Secara Otomatis Tips: Cara Shutdown atau Mematikan PC / Laptop Secara Otomatis


Jika pekerjaan tersebut harus anda lakukan dimalam hari, pada saat anda harus istirahat, tentu nya itu akan menganggu istirahat anda. Jika anda harus membiarkan laptop atau computer anda menyala semalaman tentu nya bisa saja akan terjadi over heat. Tapi itu tidak akan terjadi bila anda bisa melakukan shutdown terhadap PC anda secara otomatis tanpa anda harus melakukan nya secara manual.
Ada beberapa tips atau cara untuk mematikan (shutdown) PC anda secara otomatis. Silahkan ikuti langkah-langkah berikut:

Shutdown PC Otomatis Cara 1:

  • Masuk ke menu: Start>Run
  • Ketik: shutdown -s -f -t 3600 (3600=jumlah waktu shut down dalam hitungan detik. Bisa diganti dengan yang anda inginkan)
  • Untuk membatalkan shut down, ketik kembali di menu Run: shutdown -a
Jika anda tidak mau berurusan dengan menu RUN silahkan coba yang ini:

Shutdown PC Otomatis Cara 2:

Menggunakan Shutdown Monster.
  • Downlad Shutdown Monster kemudian instal.
  • Anda bisa pilih menu shutdown seperti di gambar:
Tips Cara Shutdown atau Mematikan PC Laptop Secara Otomatis 1 Tips: Cara Shutdown atau Mematikan PC / Laptop Secara Otomatis
  • Setelah anda ganti sesuai dengan yang anda inginkan, click: Set.
  • Jika anda ingin membatalkanya, click: Cancel
  • Ada juga menu-menu lainya yang bisa anda gunakan.

100 Hari Tak Mampu Memandang Wajah Suami

Empat tahun sudah keduanya menikah. Namun pasangan suami istri itu belum juga dikaruniai buah hati. Mulanya mereka tidak merasa ada masalah. Namun saat terdengar bisik-bisik tetangga, sang istri mulai resah. �Kok belum punya anak ya mereka. Yang punya masalah suami atau istri?� kalimat-kalimat itu sampai juga di telinga mereka.
Akhirnya suami istri itu pergi ke dokter. �Mohon bersabar pak,� kata dokter kepada pria itu sambil menyerahkan hasil lab. �Istri anda mandul dan agaknya tidak ada harapan untuk bisa hamil.�
�Kalau begitu, jangan sampaikan ini kepadanya Dok�
�Maksud Anda?�
�Saya khawatir itu akan melukai perasaannya. Dokter katakan saja kalau saya yang mandul�
�Tidak bisa begitu. Anda kan tidak ada masalah�
Cukup lama mereka berbincang, hingga pria tersebut berhasil meyakinkan dokter untuk mengatakan sesuai keinginannya.
Entah bagaimana ceritanya, tetangga-tetangga yang dulu bertanya siapa diantara suami istri itu yang bermasalah akhirnya mendengar bahwa pria itu mandul. Kabar itu juga sampai kepada kerabat mereka. Kasak kusuk pun semakin kencang. Meski demikian, rumah tangga keduanya masih bertahan. Hingga suatu hari, lima tahun setelah hasil lab itu, wanita itu tak dapat lagi bersabar.
�Sembilan tahun sudah kita berkeluarga, dan selama itu aku dapat bersabar. Sampai-sampai para tetangga kasihan melihatku dan mengatakan �kasihan yang wanita shalihah itu. Ia telah bersabar hidup bertahun-tahun dengan suaminya yang mandul.� Terus terang, aku ingin menggendong anak, mengasuh dan membesarkannya. Kini aku tak dapat lagi memperpanjang kesabaranku. Tolong ceraikan aku agar aku bisa menikah dengan laki-laki lain dan mendapat anak darinya,� kata wanita itu kepada suaminya.
Sang suami dengan sabar mendengar tuntutan itu sambil menasehatinya. �Ini ujian dari Allah sayang� Kita perlu bersabar��
Mendengar nasehat tersebut, emosi istri sedikit mereda. �Baiklah, aku akan bersabar. Tapi hanya satu tahun. Jika berlalu masa itu dan kau tidak juga memberiku keturunan, ceraikan saja aku.�
Selang beberapa hari, tiba-tiba wanita itu jatuh sakit. Hasil lab menunjukkan, ia mengalami gagal ginjal. �Ini semua gara-gara kamu,� kata wanita itu kepada suaminya yang saat itu menungguinya di rumah sakit, �Aku terus menahan sabar karenamu. Inilah akibatnya. Sudah tidak punya anak, kini aku kehilangan ginjalku.�
�Apa? Kau akan pergi ke luar negeri?� kata wanita itu dengan nada tinggi, esok harinya ketika sang suami berpamitan kepadanya. Entah bagaimana perasaannya, ia yang kini bad rest di rumah sakit harus berjuang sendiri tanpa suami.
�Ini tugas dinas, Sayang. Dan sekaligus aku akan mencari pendonor ginjal buatmu�
Beberapa hari kemudian, wanita itu mendapatkan kabar gembira bahwa telah ada seseorang yang mau mendonorkan ginjalnya. Tetapi dokter merahasiakan namanya.
�Orang itu sungguh baik, Dokter. Ia mendonorkan ginjalnya untukku tanpa mau diketahui namanya. Sementara suamiku sendiri, ia justru pergi ke luar negeri, meninggalkanku sendiri,� mata dokter yang mendengar komentar itu berkaca-kaca. Ia tahu persis siapa yang mendonorkan ginjal untuk wanita itu.
Dengan izin Allah, operasi berhasil dengan baik. Wanita itu sembuh. Dan yang lebih menakjubkan, tak lama kemudian ia hamil, lalu melahirkan seorang bayi yang lucu. Ucapan selamat datang dari kerabat dan tetangga. Kini bisik-bisik itu telah selesai. Dan kehidupan rumah tangga keduanya pun normal kembali.
Kini sang suami telah menjadi seorang panitera di pengadilan Jeddah, setelah menyelesaikan pendidikan S2 dan S3-nya. Ia juga telah hafal Qur�an dengan mendapatkan sanad riwayat Hafs dari �Ashim.
Suatu hari saat sang suami dinas luar, tak sengaja wanita itu menemukan buku harian suaminya di atas meja. Mungkin karena terburu-buru, sang suami itu lupa menyimpannya seperti biasa.
Betapa terkejutnya wanita itu membaca halaman demi halaman episode rumah tangga yang selama ini tak diketahuinya. Bahwa ternyata yang mandul adalah dirinya. Bahwa pendonor ginjal itu adalah suaminya sendiri. Ia pun menangis sejadi-jadinya. Hampir pingsan ia menyadari kekeliruannya selama ini. Ia yang tak tahan dan ingin minta cerai, padahal suaminya lah manusia paling sabar yang ia temui. Ia kesal dengan suaminya yang pergi saat ia operasi, padahal suaminya terbaring lemah saat itu demi menghibahkan satu ginjal untuknya.
Ketika sang suami pulang, wanita itu tak mampu memandang wajahnya. Ia tertunduk malu. Hampir seratus hari lamanya, ia terus begitu. Malu di depan pria yang paling dicintainya dan paling berjasa dalam hidupnya. [Keluargacinta.com]

Minggu, 13 Oktober 2013

Kisah Wanita Cantik Mulia Bersuamikan Lelaki Tua, Hitam dan Buruk Akhlaknya


Hasil gambar untuk gambar wanita cantik bercadarPadang pasir itu begitu panas. Membuat Al A�masi yang menemani Harun Ar Rasyid pergi berburu menjadi sangat kehausan. Menteri itu pun menoleh ke kanan dan ke kiri, barangkali ada orang yang bisa memberinya air.

Pandangan Al Ma�masi berhenti pada sebuah kemah. Ya, ada kemah di padang pasir ini. Ia pun bergegas ke sana. Ternyata kemah itu dihuni oleh seorang wanita cantik yang mempesona.
Melihat ada tamu yang datang, wanita itu mempersilakannya untuk duduk agak jauh darinya.
�Aku Al A�masi, menterinya Harun Ar Rasyid. Bolehkah aku minta air?� kata Al A�masi memberitahukan keperluannya.
�Maaf, suamiku melarangku memberikan air kepada orang lain,� jawab wanita itu membuat Al A�masi yang tadinya berharap segera terbebas dari kehausan merasa harus menahan sabar. Muncul pertanyaan dalam dirinya, mengapa suami wanita ini melarangnya menolong orang lain.
�Tapi aku punya jatah makan pagi, berupa susu yang belum kuminum. Ambillah untukmu.� Lanjut wanita itu. Al A�masi bersyukur sekaligus kagum dengan kemuliaan wanita tersebut.
Tak berselang lama, wajah wanita itu tampak berubah. Rupanya ada sebuah titik hitam mendekat. Makin lama makin tampak, seorang laki-laki di atas untanya berjalan ke arah kemah itu.
�Itu suamiku� kata wanita tersebut sambil bergegas menghampiri suaminya. Ia membantu lelaki tua, hitam dan jelek itu turun dari ontanya, serta mencuci tangan dan kakinya. Laki-laki itu kemudian masuk ke dalam kemah tanpa mempedulikan dan menyapa Al A�masi. Dari dalam kemah, terdengar laki-laki itu berkata buruk kepada istrinya.
�Aku kasihan kepadamu,� kata Al A�masi kepada wanita itu, sebelum ia berpamitan. �Engkau ini masih muda, cantik, berakhlak mulia, tetapi bergantung kepada suami tua, hitam dan buruk akhlaknya. Mengapa kamu bergantung kepadanya? Apakah karena hartanya? Padahal ia miskin. Apakah karena ketampanannya? Padahal ia hitam dan jelek. Apakah karena akhlaknya? Padahal akhlaknya buruk�
�Aku justru kasihan kepadamu wahai Al A�masi� jawab wanita itu dengan tegas. �Bagaimana mungkin Harun Ar Rasyid punya menteri yang berusaha menjauhkan seorang muslimah dari suaminya. Ketahuilah, iman itu separuhnya adalah syukur dan separuhnya adalah sabar. Aku bersyukur karena Allah membimbingku dengan Islam dan memberiku kecantikan. Dan kini aku belajar bersabar dengan suami seperti yang engkau sebutkan.�
Al A�masi tak bisa berkata apa-apa. Sungguh mengagumkan wanita itu. Allah telah memuliakan akhlaknya sebagaimana Dia telah mempercantik wajahnya.
Sebagaimana keseluruhan hidup ini, pernikahan juga ujian. Istri atau suami yang telah menikah dengan kita, kadang kita dapati tidak sesuai dengan mimpi-mimpi indah kita. Allah telah memberikan banyak contoh. Ada pasangan ideal seperti Adam dan Hawa, Ibrahim dan Sarah, atau Muhammad dan Khadijah. Namun Allah juga memberikan contoh sejarah, ada Nuh dan istrinya. Ada Fir�aun dan suaminya.
Sungguh membahagiakan jika suami dan istri kita adalah sosok ideal yang kita harapkan. Tetapi jika kita telah menikah dan suami atau istri kita tak seideal yang kita harapkan, kebahagiaan itu ada pada sikap kita. Ada nasehat bijak mengatakan, jika suami kita tak seburuk Fir�aun, tidak bolehkah kita menjadi perempuan semulia Asiyah. [Muchlisin BK/Kisahikmah.com]

Kamis, 10 Oktober 2013

Me Too...

:: Kisah Tiga Orang Pekerja ::
Suatu kali di siang yang terik, di saat ketiganya tengah sibuk bekerja, melintaslah seorang pria tua.
"Apa yang sedang kau kerjakan?" tanya orang tua itu kepada salah seorang dari antara mereka.
Pekerja bangunan yang pertama tanpa menoleh sedikit pun, menjawab orang tua itu dengan ketus.
"Hei orang tua, apakah matamu sudah terlalu rabun untuk melihat. Yang aku kerjakan di bawah terik matahari ini adalah pekerjaan seorang kuli biasa!".
Orang tua itu pun tersenyum, lalu beralih kepada pekerja bangunan yang kedua, "Wahai pemuda, apakah gerangan yang sebenarnya kalian kerjakan ?"
Pekerja bangunan yang kedua itu pun menoleh. Wajahnya yang ramah tampak sedikit ragu. "Aku tidak tahu pasti, tetapi kata orang, kami sedang membuat sebuah rumah Pak," jawabnya lalu meneruskan pekerjaannya kembali.
Masih belum puas dengan jawaban pekerja yang kedua, orang tua itu pun menghampiri pekerja yang ketiga, lalu menanyakan hal yang sama kepadanya. Maka pekerja yang ketiga pun tersenyum lebar, lalu menghentikan pekerjaannya sejenak, lalu dengan wajah berseri-seri berkata.
"Bapak, kami sedang membuat sebuah istana indah yang luar biasa Pak! Mungkin kini bentuknya belum jelas, bahkan diriku sendiri pun tidak tahu seperti apa gerangan bentuk istana ini ketika telah berdiri nanti. Tetapi aku yakin, ketika selesai, istana ini akan tampak sangat megah, dan semua orang yang melihatnya akan berdecak kagum. Jika engkau ingin tahu apa yang kukerjakan, itulah yang aku kerjakan Pak!", jelas pemuda itu dengan berapi-api.
Mendengar jawaban pekerja bangunan yang ketiga, orang tua itu sangat terharu, rupanya orang tua ini adalah pemilik istana yang sedang dikerjakan oleh ketiga pekerja bangunan itu.
Hal yang sama rupanya berlaku pula dalam hidup ini.
Sebagian besar orang tidak pernah tahu untuk apa mereka dilahirkan ke dunia. Mungkin karena telah begitu disibukkan oleh segala bentuk �perjuangan�, merasa tidak terlalu peduli dengannya. Bisa hidup saja sudah syukur.
Sebagian lagi, yang biasanya adalah tipe �pengekor� atau �me too� yaitu orang-orang yang punya pandangan yang samar-samar tentang keberadaan mereka dalam kehidupan. Sepertinya begini�kayanya begitu�kata motivator sih begono, tapi pastinya? Don�t have any idea!
Namun sisanya yaitu golongan terakhir, biasanya hanya segelintir orang- menemukan �visi� atau �jati diri� mereka di dunia ini. Mereka adalah orang-orang yang tidak hanya kebetulan lahir, sekedar hidup, bertahan agar tetap hidup, tua karena memang harus tua, kawin lagi jika ada kesempatan, lalu berharap mati dan masuk surga, namun adalah orang-orang yang hidup dalam arti yang sebenar-benarnya.
(Sumber: inmotivasi.blogspot.com)

Senin, 07 Oktober 2013

Anak SMA Jepang vs Indonesia

salah seorang pengajar dan juga cendekiawan muslim dari indonesia yang kerap menjadi pembicara di forum internasional, suatu ketika diberi kesempatan untuk mengisi ceramah di salah satu SMA di Jepang. Awalnya dia bingung membayangkan harus menyampaikan ceramah didepan ratusan anak SMA.Bayangan anak-anak muda yang saling bicara sendiri, tidak memperhatiakan pembicara hingga memainkan HPnya masing-masing membuat dia ragu untuk memenuhi undangan panitia di salah satu SMA tertua di Jepang itu.
Apa yang terjadi ternyata sangat diluar dugaan, suasana ramai dan riuh, itu tidak dia temukan sama sekali yang ada semua peserta menunduk hormat untuk memberi salam ala Jeapang.
Selanjutnya hanya keheningan dan konsentrasi dari semua audience untuk mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh pembicara itu